Archive for January, 2008

Pantai, Pantai HoRe!

Tuesday, January 29th, 2008

Beberapa minggu yang lalu aku dan wulan membuat rencana untuk pergi ke ancol. Meskipun agak sedikit ragu, tapi akhirnya hari Senin tanggal 28 dijadikan waktu yang tepat untuk pergi kesana. Awalnya kita berencana untuk bertemu di shelter jati padang, karena kita berniat untuk naik busway, yang menurut aku lebih simpel dan gampang.

Tapi rencana harus berubah karena dihari yang sama ada acara pemakaman mantan presiden Soeharto dan aku agak sedikit takut kalau jalan-jalan bakal macet karena ditutup dan lain sebagainya. Wulan pun menyarankan untuk naik kereta dan oleh karena rencana pertemuan kita pun sedikit berubah. Kita akhirnya janjian di stasiun Pasar Minggu.

Kita naik kereta dari Pasar Minggu sampai di stasiun Kota terus dilanjutkan dengan mikrolet M15a jurusan Kota-Tanjung Priok. Sampailah kami di ancol. Niat kita emang Cuma ke ancol, bukan ke seaworld, gelanggang samudera, apalagi ke Dufan soalnya uang kita emang pas banget. Hehehehe maklumlah masih (baca: baru) jadi mahasiswa jadi uangnya terbatas. Kita pun jalan masuk ke ancol setelah membeli tiket masuk seharga Rp 12.000, 00. Setelah cukup lama berkeliling, kami pun menemukan Pantai. Pantai Seni ancol menjadi persinggahan pertama kami.

Suasana Pantai tersebut gak begitu ramai, tapi juga gak sepi. Mungkin karena sebagian besar pengunjungnya adalah dua sejoli yang sedang asyik bermesraan –bikin sirik deh. Tak jarang kami ditawarkan untuk menyewa perahu beberapa nelayan yang ada disana, tapi karena Wulan takut mabuk laut kami pun menolak. Kita pun pergi menuju sebuah jembatan yang ada disitu. Dari jauh jembatan itu agak ramai karena ada beberapa orang yang berdiri di jembatan yang terbuat dari kayu tersebut. Tapi ternyata jembatan tersebut sudah rusak. Beberapa kayunya patah bahkan copot sehingga ada beberapa bagian dari badan jembatan tersebut yang bolong. Aku sebenarnya agak kurang yakin untuk melewati jembatan tersebut. Tapi Wulan terus memaksa, padahal aku udah teriak-teriak memohon supaya aku dibolehkan untuk tidak melewati jembatan tersebut –sampai-sampai ada orang yang ngetawain aku gara-gara teriak ketakutanku itu. Akhirnya setelah sekian lama berdebat dan Wulan cukup meyakinkan aku pun memberanikan diri melewati jembatan tersebut, tapi tak pernah lepas berpegangan dari Wulan. Hehehe maaf ya Wulan.

 

Idi0tism601_1
 Tak lama perut terasa lapar aplagi ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Panas terik, membuat air mineral 600 mL yang aku bawa pun habis. Kami pun segera mencari tempat makan. Aku dan Wulan sepakat untuk makan di McD yang ada di Pantai –tapi kita ga tau pantai yang mana. Akhirnya aku pun bertanya pada seorang petugas keamanan yang aku temui, kira-kira begini cuplikannya.

Aku (A) : Maaf Pak numpang tanya, McD disebelah mana ya Pak?

Satpam (S) : Jauh Mbak di Pantai Karnaval. Jauh banget.

A : Masa sih Pak?! (ini adalah adegan nyolot hehehe ^^v)

S : Iya Mbak, ikutin aja jalan ini tapi masih jauh banget.

A : Oh, ya udah deh Pak. Makasih ya!

S : Ya, sama-sama.

Kami pun pergi menuju arah yang tadi diberitahukan oleh satpam itu. Dengan rasa setengah tidak percaya dengan ucapan satpam tersebut kalau McD tuh masih jauh banget –sebenarnya siapa sih yang sering nongkrong di Ancol!? Hehehehe.

Belum setengah perjalanan kami melihat ada ayunan dipinggir danau, yang diestimasikan oleh Wulan berair payau. Disana kami bermain-main ayunan malah sempat membuat video. Awalnya agak bingung siapa yang mau merekam karena diantara kita gak ada yang mau untuk berkorban. Akhirnya dengan segala akal dan pikiran terciptalah sebuah ide dan kreasi. Kebetulan di depan ayunan tersebut ada pohon dan ranting-rantingnya gak begitu tinggi, jadilah handphone aku digantung di ranting tersebut setelah sebelumnya melihat bagaimana view yang tercipta dari kamera handphone tersebut dan membuat si handphone menjadi statis karena banyak angin yang menerpanya. Jadilah video berdurasi 58 detik, yang isinya adalah aku dan Wulan yang sedang bermain ayunan. Seru lho! Gak terasa ternyata aku udah bertahun-tahun gak main ayunan lagi. Padahal ayunan adalah mainan favorit aku waktu TK sampai sering berantem sama temen Cuma gara-gara ngerebutin satu ayunan yang enak. Hahahaha.

Idi0tism629edit

Setelah puas bermain ayunan kami melanjutkan perjalanan kami. Perjalanan yang memang sangat jauh dan melelahkan. Tak salah ucapan si satpam itu. McD-nya emang jauh betul. Bagaikan menemukan oasis di padang pasir, begitu kata Wulan saat akhirnya kami menemukan outlet McD. Dengan langkah riang kami memasuki outlet yang gak terlalu besar menurut kami. Di outlet tersebut telah ada 4 orang wanita, yang ternyata warga negara asing, karena mereka tak bisa berbahasa indonesia dengan baik. Kalau dilihat dari perawakannya sepertinya mereka orang China. Mereka datang bersama anaknya yang sempet meluk-meluk kaki aku gitu, terus udahannya malah nangis padahal gak aku apa-apain. Belum sempat kami memesan tiba-tiba “grek!” listrik mati. Astaga!

Kami kira McD memiliki genset atau sejenisnya untuk menyalakan listrik tanpa harus menunggu listrik dari PLN. Ternyata tidak saudara-saudara. Hal itu membuat beberapa mesin tak bisa beroperasi dengan normal, seperti mesin coke-nya. Aku pun mengurungkan niatku untuk memesan PANAS spesial kesukaanku. Sedangkan Wulan cukup puas dengan Beef Burger. Kami memutuskan untuk tetap menunggu di McD karena aku masih kepengen makan ayam goreng McD, setelah menunggu kurang lebih satu jam listrik tak juga menyala. Tiba-tiba muncul sebuah ide konyol setelah sekian lama ngomong ngelantur, mataku terpaku sama tulisan “Delivery Service 14045”. Tak lama akhirnya terciptalah sebuah percakapan antara aku dan seorang customer service McD di telepon menggunakan hp Wulan yang disaksikan oleh Wulan dan seorang pegawai McD.

Customer Service (CS) : Selamat siang dengan X ada yang bisa dibantu.

Aku (A) : Selamat siang Mbak! Eee.. Saya mau order bisa?

CS : sebelumnya sudah pernah order belum?

A : belum tuh Mbak.

CS : kalau gitu Saya data dulu ya! Atas nama siapa?

A : Emm.. Wulan.

CS : bisa diberitahukan nomor teleponnya?

A : kosong dua satu sembilan bla bla bla…

CS : mau diantar kemana?

A : Gini Mbak kita sekarang lagi on the way Mbak, bisa gak Mbak?

CS : Di daerah mana? Trus nanti mau diambil didaerah mana?

A : Saya lagi di daerah Ancol. Sebenernya sih lagi di McD juga, tapi McD-nya mati lampu jadi gak bisa order, bisa gak Mbak?

CS : Duh, maaf kita belum bisa on-line tuh jadi gak bisa!

A : Oh, yaudah deh kalau gitu. Terima kasih ya Mbak!

CS : Ya sama-sama. Selamat siang!

A : Siang.

Nut.. nut.. nut.. teleponnya ku matikan dan lantas kamipun tertawa termasuk si pegawai McD tersebut. Benar-benar hal yang konyol.

Setelah menunggu berjam-jam akhirnya aku memaksakan diri untuk membeli McD dengan sistem satuan. Itulah McD termahal yang pernah aku beli. Dua potong ayam, sebuah nasi ukuran reguler, dan air mineral botol kecil totalnya Rp 26.300, 00 seumur-umur baru kali itu aku beli McD dengan harga diatas 25 ribu bahkan 20 ribu. Ya mau diapakan lagi daripada kelaparan dan gak bisa minum obat, soalnya semua Ancol pun mati listrik gak Cuma McD aja jadi kayaknya percuma mau pergi ke tempat lain pun. Setelah makan kami pun pergi berjalan-jalan lagi disekitaran pantai sambil berfoto-foto tentunya. Panas yang terik tak menyurutkan langkahku untuk menikmati keindahan laut yang sudah tercemar oleh sampah-sampah. Kalau dipikir-pikir masih lebih bersih dan lebih baik Pantai Losari yang ada di Makassar yang sebenarnya Pantai itupun gak luput dari sampah. Secara keseluruhan Pantai di Ancol sedikit mengingatkan aku sama Tanjung Bunga yang ada di Makassar. Ya berhubung keduanya sama-sama laut. Apalagi waktu di Pantai yang ada pasirnya dan bisa berenang. Aku kepengen banget berenang disana, tapi sayang aku gak bawa baju ganti jadi aku Cuma bisa berdiri di tepi pantai menikmati ombak yang manghantarkan sampah ke tepian. Sampai-sampai celana pendek dan jaket yang aku pakai basah karena terjangan ombak ringan tapi cukup membuat aku senang. Aku benar-benar merasakan sebuah kebahagian dari sebuah kerinduan yang akhirnya terobati disana.

Hmmm.. memang sebuah hari yang sangat menyenangkan buatku. Aku benar-benar menikmati perjalanan itu meskipun pulangnya kakiku langsung pegal-pegal dan badanku agak sakit, kepala ku pun pusing. Tapi aku sangat bahagia, sampai-sampai ada rasa ingin meneteskan air mata saking terharunya melihat laut dan tentunya kuasa Tuhan yang telah menciptakan itu semua.
Happy Monday!